Information

Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Selamat Kepada TIM Robotika SMKN 7 KOTA BEKASI

Selamat Kepada TIM Robotika SMKN 7 KOTA BEKASI, telah berpatisifasi dalam ajang lomba ROBOTIC BEKASI COMPOTITION 2014 "Robotic Fun" di Bekasi Squer, setelah melawan beberapa tim kompetitor Robotika asal SMK/A di Kota Bekasi. Selamat juga kepada Pembimbing Robotika SMKN Kota Bekasi Bapak Imam Muhamain, S.Pd atas prestasi yang diraih.





dan  Selamat Kepada TIM Robotika SMKN 7 KOTA BEKASI meraih juara harapan I dan II sebagai langkah awal untuk lebih baik lagi , dan memperkenal  TIM Robotika SMKN 7 KOTA BEKASI di lingkungan masayarakat Khususnya di Kota Bekasi.





 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
selamat dan sukses selalu untuk Seven ------------ >










Kurikulum 2013 Dihentikan: Hanya M. Nuh Satu-satunya Orang yang Kecewa

Di awal Desember 2014 tiba-tiba saja Anies Baswedan membuat surat khusus untuk para Kepala Sekolah se-Indonesia. Isi surat menghentikan penggunaan Kurikulum 2013 yang sejak awal penerapannya telah mengundang kritik para pengamat pendidikan. Surat terbuka ini benar-benar disambut hangat oleh seluruh pemerhati pendidikan. Mulai dari sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan hingga orang tua siswa, semuanya menyambut kebijakan yang dianggap sangat bijak ini.
Satu-satunya orang yang tidak bahagia, tidak suka, dan kecewa hanya mantan menteri pendidikan, M. Nuh.  Merasa project pilot-nya dilibas begitu saja oleh penggantinya yang baru sebulan menggantikannya. M. Nuh menganggap kebijakan ini sebagai kemunduran dari dunia pendidikan. Beliau juga menganggap Anies terburu-buru memutuskan penghentian kurikulum 2013 ini.
Sebagai praktisi pendidikan, saya langsung mengetahui dan bisa merasakan bahwa kurikulum 2013 memang hanya dibuat khusus untuk DKI Jakarta yang berpedoman pada pendidikan di luar negeri. Tanpa pernah memikirkan bahwa Indonesia bukan hanya Jawa apalagi DKI Jakarta.
Hal paling sederhana yang dapat dilihat dengan kasat mata pada kurikulum 2013 adalah adanya tuntutan penggunaan Teknologi Informatika (TIK) pada proses pembelajaran hingga proses pengolahan nilai.
Tidak usah jauh-jauh sampai menyeberangi Pulau Jawa, di Banten yang bisa ditempuh selama 2 atau 3 jam perjalanan dalam kondisi normal, masih banyak sekolah yang belum tersentuh teknologi. Jangankan teknologi, gedung dan sarana prasarana yang paling sederhana saja tidak dimiliki. Beberapa sekolah runtuh sebelum sempat dibangun.
Sosialisasi untuk kepala sekolah dan guru juga masih sangat kurang. Untuk beberapa sekolah yang telah ditunjuk (umumnya sekolah negeri) memang lebih dari sekali pelatihan diberikan, namun untuk sekolah swasta itu baru sekali. Itu pun tidak selalu diberikan oleh tutor-tutor yang mumpuni. Ini terbukti dari pengamatan langsung di lapangan bahwa guru belum mampu menerapkan apa yang dituntut dari kurikulum 2013.
Jika M. Nuh mengatakan dari 6.000-an sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 itu tidak protes dan tidak menemukan kesulitan-kesulitan, itu lebih pasti karena budaya Asal Bapak Senang dari segenap pembantunya.  Karena pada kenyataannya sekolah-sekolah tersebut memang diharuskan dan yang namanya diharuskan biasanya akan dilaksanakan walaupun akhirnya pelaksanaannya penuh dengan akal-akalan.
Selain itu, sekolah-sekolah yang ditunjuk merupakan sekolah-sekolah percontohan yang umumnya terletak di ibu kota atau kota-kota besar di Indonesia. Sekolah-sekolah itu telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik dengan input siswa yang juga baik sehingga lebih mudah atau setidaknya bisa memaksakan diri untuk menggunakan kurikulum 2013 itu.
Berbeda dengan sekolah-sekolah yang berada di luar 6.000-an sekolah itu, beribu-ribu sekolah lainnya berada jauh dari kondisi yang menguntungkan. Bukan hanya sarana dan prasarana yang tidak mendukung. Keterbatasan kualitas dan kuantitas guru juga menjadi ganjalan. Bahkan beberapa sekolah tidak mempunyai tenaga kependidikan sehingga guru harus merangkap sebagai staff administrasi dan sejenisnya.
Belum lagi sosialisasi untuk orang tua siswa. Jika kepala sekolah dan para guru masih meraba-raba memahami kurikulum 2013, maka bagaimana mungkin mereka dapat menjelaskan kepada orang tua siswa apa itu kurikulum 2013. Seorang guru SD malah mengeluh kepada orang tua karena ia tidak tahu dari mana ia bisa mulai menilai hasil ulangan siswanya. Sang guru bingung walaupun telah mengikuti pelatihan. Itu di Jakarta, bagaimana di daerah lain di pelosok Nusantara?
Beberapa sekolah lain dengan tak pedulinya tetap menggunakan gaya-gaya lama seperti guru-guru kita dahulu. Percaya atau tidak? Pada umumnya guru akan tetap mengajar dengan kenyamanan yang ia peroleh berdasarkan pengalamannya. Jadi, apa pun kurikulum yang berlaku, apa pun nama kurikulum itu, guru akan mengajar seperti itu. Guru hanya akan mengubah sedikit-sedikit sesuai kebutuhan atau tuntutan dari kurikulum yang berlaku terutama tugas administratifnya. Di kelas sih akan tetap sama saja.
Jadi, diberhentikannya kurikulum 2013 memang sangat bijaksana sekali. Biarlah dicap mundur asal demi kebaikan. Kesempurnaan kurikulum 2013 hanya akan menambah kemunafikan bagi pendidikan di Indonesia karena akan banyak sekolah yang berpura-pura melaksanakan padahal tidak. Biarlah M. Nuh seorang yang kecewa asal yang lain senang :D

PROSESI PELATIKAN PENEGAK BANTARA

Anggota Pramuka  Gudep Pangkalan SMKN 7 KOTA BEKASI dilantik dan dikukuhkan sebagai Penegak Bantara.  Pelantikan dan pengukuhan  anggota Pramuka tersebut dilakukan pembina Pramuka SMKN 7 KOTA BEKASI  yang disaksikan para siswa dan siswi  yang dilantik ,anggota Pramuka SMKN 7 KOTA BEKASI yang telah mencapai tingkat Penegak Bantara.

Prosesi pelantikan diawali dengan pengucapan janji, pencucian tangan dan membasuh muka, penyerahan senjata kujang, pemakaian kacu, dan penyematan pangkat Penegak Bintara, serta menggenggam bendera merah putih yang ditempelkan diatas dada.











Information

.

fans

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
new © 2013. SMKN 7 KOTA BEKASI - All Rights Reserved
Created by Creating Website Published by Martawijaya
Proudly powered by martawijayaindonesia@gmail.com